AMHI All Part

Amhi-all-part

Langkahku merobek asa, jatuhku melukis perih

Pandangku berlari, sunyiku bernyanyi

 Gelapku mengabut.

Ada tahajud menjelma puisi

Di tiap debar sunyi.

~AMHI~

Sudah terlalu lama berlarut dalam kesedihan. Kini, garis tangan harus memisahkan aku dengan darah dagingku sendiri.

Sepertinya, tak ada kebahagian yang mengiringi setiap langkahku. Bersyukurnya aku selalu mengenal orang-orang yang bisa memberikan warna di hidupku.

Terakhir kali aku melihat mata indahnya itu menjauh pergi bersama pelukan hangat, keadaan memaksaku harus merelakan ia dalam pelukan orang lain. Dia tak mengenal cinta pertama dalam hidupnya, sungguh.

Sakit.

Perih.

Hati ini terasa tecambuk, terkoyak, melepuh, hancur sehancur-hancurnya. Entah apa kiasan yang cocok untuk menggambarkannya. Aku rasa tak ada yang bisa menggambarkan kepedihan hati ini.

Semua waktu, aku habiskan hanya untuk bisa menghibur diri. Melepaskan semua belenggu masa lalu yang membatu di relung hati.

Kegilaanku semakin menggila saja. Iman ini terobekkan oleh mantra cinta yang sungguh membuatku larut dalam kenikmatan sesaat.

“Ah …, kau sungguh membuat kegilaan ini seakan menjadi-jadi.”

Kembali ke atas