Beda (Puisi)

 

BEDA

Senyumanmu….

Bagaikan harum semerbak bunga mawar. Indah bagai bulan yang memancarkan sinar kehidupan malam

Matamu….

Mengguncang hati seorang insan lemah, menemani perjalanan menuju surga.
Kini hilang ditelan badai, membuat langit menurunkan air kesedihannya.
Terlalu manis, hingga jiwa tak mampu menopang raga.
Aroma kepahitan menutup seluruh isi semesta.




 

Dibuang oleh perbedaan kesetiaan pada sang pencipta yang menjadikan cinta sebagai tiang penyangga mahkluknya.
Rasanya seperti gelas kaca yang hancur dibanting oleh manusia tak berperasaan.
Kepingan harapan yang tak bisa dikembalikan, asa yang putus karena pasrah.
Ingin lisan ini berteriak, memberitahukan rasa kecewa yang amat sangat menusuk sanubari.

Oh tuhan, haruskah seperti ini jadinya?

Rasa yang ada dihanyutkan dengan air mata kesengsaraan.
Semakin jauh, hingga kedua tangan hanya dapat memeluk dirinya sendiri.

Baca juga : Hujan Malam Minggu (Puisi)

Name
Comment
Rendi
Rendi
2020-09-17
Rendi

Good

Ewi
Ewi
2020-09-17
Ewi

Keren

Fitria Ananda
Fitria Ananda
2020-09-16
Fitria Ananda

😍

Desy
Desy
2020-11-04
Desy

Keren

Good
Good
2020-11-04
Good

good

Dim
Dim
2020-09-20
Dim

Mantap

Share
Surya Ribut

Surya Ribut

Bukan orang baik, tapi selalu berusaha menjadi yang terbaik.

Kembali ke atas