Cara Membuat Opening Cerpen yang Menarik

Pembahasan kali ini adalah tentang bagaimana cara membuat opening cerpen yang menarik untuk pembaca, perlu diketahui bahwa kalimat pembuka dalam sebuah paragraf tulisan, baik itu cerpen ataupun novel menjadi salah satu penentu apakah pembaca mau melanjutkan membaca atau tidak. Saking pentingnya, paragraf pertama pada suatu cerita atau tulisan, sering kali orang kesulitan dalam membuatnya. Opening cerpen atau bagian pembuka ini berisi informasi bagaimana sebuah masalah terjadi lalu menggiringnya untuk menuju inti. Akhirnya, klimaks cerita pun terjadi atau konflik mencapai puncak.

1. APAKAH OPENING CERPEN/NOVEL ITU PENTING?

Bagi sahabat yang biasa makan ala barat akan paham adanya makanan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), dan makanan penutup (dessert). Dengan analogi, opening adalah appetizer maka fungsi utama bagian pembuka adalah membangkitkan selera dan nafsu makan.

Opening dalam kegiatan lain dikenal sebagai foreplay. Yang senyum-senyum udah paham, ya? Iya … kegunaannya ditujukan menumbuhkan gairah. Kita ambil contoh saat berolah raga. Orang akan melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Diadopsi untuk kegiatan literasi, opening diharapkan dapat merangsang gairah membaca dan mengikuti cerita hingga usai.

2. MENGAPA OPENING MENARIK DIBUTUHKAN?

Opening menarik diperlukan karena hampir 99,9 persen, novel atau cerpen dibaca dari awal. Jika di bagian depan mengesankan, orang akan terus membaca.

Jika menjemukan, cerita akan ditinggalkan. Intinya, bagian opening bertugas melakukan PDKT agar pembaca terpikat lalu mengikuti hingga kisah berakhir.

“Yah, kok, sudah habis, sih, Thor? Aku merasa kehilangan. Lanjutin, dong, please ….”

Pernah mendapatkan pembaca berkata demikian? Ketika komen seperti ini dilontarkan, artinya penulis berhasil mengikat pembaca dalam alur cerita. Apakah mudah untuk diperoleh? Jawabnya tidak. Namun, bukan berarti tidak bisa.

3. APA SAJA YANG PERLU DIHINDARI DALAM OPENING ?

Dalam buku 101 dosa penulis pemula yang ditulis oleh Isa Alamsyah, tentunya sudah dibahas jelas apa saja yang harus dihindari dalam membuat opening cerpen atau novel. Dikenal ada delapan hal yang sebaiknya tidak digunakan untuk membuka cerita, di antaranya tiruan bunyi atau onomatope (lengkapnya ada di buku dan bisa dibeli).

Opening juga harus diperhatikan agar jangan sampai datar, monoton, dan bertele-tele, serta membocorkan isi.

Baca juga : Memulai Menulis Novel

Pembukaan dengan cuaca termasuk basi karena sudah banyak digunakan. Namun, tipe pembukaan ini tidaklah dilarang apabila relevan dengan jalannya cerita.

Selain setting waktu dan suasana alam, opening bertele-tele sering berupa kalimat filosofis. Pun banyak opening membosankan karena menggambarkan karakter tokoh yang mirip daftar riwayat hidup

4. APA SAJA YANG SEBAIKNYA ADA DALAM OPENING?

Guna menarik pembaca, opening dapat menggunakan alternatif di bawah ini.

Memulai cerita dengan peristiwa penting.

Pembaca diharapkan akan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan momen luar biasa tersebut.

Contoh:

Malam saat Jake Djones tahu bahwa orang tuanya hilang di suatu masa dalam sejarah, tercatat sebagai malam dengan badai terdahsyat. (The History Keepers, Damian Dibben)

Memberikan karakter tokoh yang memesona

Di atas, dikatakan bahwa karakter untuk opening itu monoton. Padahal, opening dapat digunakan untuk memperkenalkan tokoh. Maka, diperlukan penambahkan karakter unik, menarik, bahkan nyeleneh sebagai daya tarik tokoh.

Contoh:

Kami memanggilnya sang Profesor. Dan, dia memanggil anak lelakiku Root—akar, karena, sang Profesor berkata, puncak kepala anakku yang datar mengingatkannya pada simbol akar kuadrat. (The House Keeper & The Professor, Yōko Ogawa)

Memunculkan konflik

Konflik merupakan ruh setiap cerita. Tanpa konflik tidak ada cerita. Dengan menempatkan permasalahan di awal, pembaca langsung diajak untuk berpikir terkait sebab, akibat, dan solusinya.

Contoh:

Keputusanku untuk menjadi pengacara semakin kuat ketika kusadari ayahku membenci profesi hukum. (The Rain Maker, John Grisham)

Sentuhan emosi




Emosi ini sering juga disebut sebagai feel. Opening dapat ditujukan agar pembaca berkesempatan merasakan emosi karakter kita sebagai penulis. Pembaca juga dapat disetuh emosinya sehingga membayangkan seolah-olah dirinya berada dalam cerita.

Contoh:

Apa kau akan mati kalau tiba di sini sebelum tengah hari? Aku duduk di sini, di tengah-tengah serpihan hidupku seperti yang kau tahu, dan kau…kalau aku memang mengenalmu, kau pasti baru saja bagun. (Attachments, Rainbow Rowell)

Unsur rasa takut

Ketakutan dapat menjadi daya pemikat untuk pembuka cerita misteri atau suspense.

Contoh:

Tyler mencarikanku pekerjaan sebagai pelayan, kemudian Tyler menodongkan sepucuk pistol ke dalam mulutku dan berkata, langkah pertama menuju kehidupan abadi adalah kau harus mati. (Fight Club, Chuck Palahniuk)

Berikan teka-teki

Teka-teki dan sebuah kejutan merupakan langkah dramatis. Pembaca diajak untuk berpikir, dan bertanya-tanya tentang kisah dalam cerita.

Contoh:

Ditelan seekor buaya raksasa sudah cukup buruk bagiku. (The Son of Sobek, Rick Riordan)

Elemen wow

Memukau di pembukaan akan menarik pembaca hingga terseret dalam setting novel. Kalimat manis dan mendayu misalnya akan membuat pembaca mengikuti karena tahu si penulis akan menggunakan gaya kepenulisan tersebut.

Contoh:

DUHAI Sang Raja, yang duduk di atas takhta kejayaan, yang dimandikan oleh kemerlip cahaya lelampu warna-warni dan wewangi asap dupa-dupa. (Dewi Khayalan, Kahlil Gibran)

Robbi
Robbi
2020-11-06
Robbi

Wihh mantapp, jadi nambah ilmau...☺️☺️☺️

Name
Comment

Sumber : Komunitas Bisa Menulis

Share
Alexia Milosevic

Alexia Milosevic

Kenal Aku?

Kembali ke atas