Cerpen – Cinta Datang Terlambat

Pagi yang cerah, burung bersaut sautan seperti saling memberi isyarat namun pagi ini tidak secerah hatiku, aku masih saja meringkuk diatas kasurnya padahal mama sudah mengetuk ngetuk pintu kamar.

“kei, bangun udah siang kamu nggak sekolah?”
“iya mah aku udah bangun, bentar aku mandi dulu”
Lalu mama berhenti mengetuk ngetuk pintu, dan aku bersiap untuk memulai hari ini.

Namaku Keila Ananda, aku duduk di bangku kelas 12 di SMA Cendekia. Rasa rasanya aku malas untuk berangkat ke sekolah, bukan hanya hari ini saja tapi kemarin dan esok. Setelah aku selesai bersiap aku turun tangga dan sarapan, lalu aku pamitan sama mama
“mah kei berangkat sekolah dulu ya”
“iya sayang kamu nggak bareng kenandt?”
“aku naik angkot aja, udah ya mah aku telat assalamuallaikum”
“walaikumsallam”

Ketika baru saja aku keluar dari pagar rumahku, Kenandt dan motornya sudah siap didepan rumahku.
“bareng ya kei?”
“tidak makasih aku bias naik angkot” lalu aku berjalan melewati kenandt namun kenandt mencekal tanganku
“please mau ada yang gua omongin”
Tanpa berkata apapun aku langsung naik keatas motor kenandt.

Kenandt aditya dia adalah sahabat kecilku saat aku masih duduk di kelas 3 sd pada saat itu kedua orangtuaku membeli rumah baru, dan Kenandt adalah teman pertamaku saat itu, Dan dulu kita begitu akrab kita selalu bareng bareng, dimana ada Kenandt pasti ada Keila, dan dimana ada Keila pasti ada Kenandt, namun persahabatan dulu yang begitu indah sekarang renggang karena adanya sebuah rasa, rasa yang belum bisa kita terima satu sama lain rasa sayang yang lebih dari sekedar sahabat masa kecil, dan tentunya bukan aku.

Sepanjang perjalanan kenandt tak berbicara satu patah katapun dia hanya sesekali saja memperhatikanku lewat spion motornya. Tak berapa lama aku sampai di sekolahku, kenandt pun juga tak membicarakan apapun dan hanya berbicara nanti pulang sekolah ia yang akan menjemput lalu ia mengusap kepalaku dan pergi.

Aku tau saat aku memasuki kelas sahabat lamaku citra menatapku begitu sinis. Dulu citra anggini adalah sahabat karibku dari smp sampai sma aku selalu bareng dengan ia, namun dulu citra sempat suka dengan Kenandt dan Kenandt menyatakan cinta kepada Citra namun hubungan mereka tidak bertahan begitu lama karena ternyata Kenandt hanya mempermainkan Citra. Dan persahabatanku dengan Citra renggang seiring isu bahwa Kenandt meyukaiku.

“KRINGG… KRINGGG KRINGGGGG… ” Bel yang kutunggu tunggu tiba, bel yang menyatakan bahwa aku dapat pulang, tapi saat aku ingin keluar kelas Citra mencegatku
“ada hubungan apa sih lu?”
“hubungan apa cit?”
“lu dan KENANDT”
“hanya teman”
“teman lu bilang?”
“iya apa lagi, dia temen masa kecil gua wajar kalo kita akrab, lu tau itu bahkan dunia tau!”
“dan dunia juga tahu! Kalo KENANDT suka sama lu!!” wajah Citra memerah ia menahan nangis
“sekali lagi aku dan Kenandt hanya teman masa kecil, nggak perduli dengan apa perasaan dia ke aku, yang ku tau saat ini aku BENCI dia karna sudah ngancurin persahabatan yang sudah dibangun bertahun tahun hanya karna keegoisan!” lalu tanpa aku sadari, Kenandt muncul dari belakangku, ia membawa buket bunga mawar putih lalu bunga itu jatuh dan ia menghampirikuu
“siapa yang egois kei? Ini sahabat masa kecil gua?!” lalu kei pergi, aku tertunduk dan menangis memandang punggung Kenandt yang lama lama hilang

6 bulan kemudian..
Hidupku banyak berubah, aku melewati banyak perubahan selama 6 bulan ini hubunganku dengan Citra membaik, berbeda halnya dengan hubunganku dengan Kenandt, setelah kejadian itu Kenandt jarang ke rumah jarang mengatarku sekolah bahkan bertegur sapapun ketika berpapasan tidak sama sekali ia melihatku, dan kudengar dari omnya ia mendapatkan beasiswa di jepang, tentunya aku bangga dan juga kaget, namun jika itu keputusan terbaik aku hanya mendoakan yang terbaik.

Hari ini tiba hari dimana aku harus mengantar Kenandt ke bandara, aku hanya mematut matut diriku di depan cermin, dan aku merasa bahwa diriku sekarang seperti gadis bukan anak kecil lagi, wajah dan badanku sudah berubah, dan saat aku asyik mematut matut diri mamah mengetuk pintu
“kei ayuk buru om dan mama Kenandt udah siap”
“iya mah” mama hanya tersenyum melihatku

Saat dalam perjalanan aku semobil dengan Kenandt dan hanya pak supir yang setia membawa ke bandara, Kenandt hanya memandangku tanpa kedip dan tidak berbicara sepatah katapun. Setibanya sampai bandara aku sama sekali tidak mau turun dari mobil karena terlalu sakit hati ini melihat Kenandt pergi, aku memberikan alasan yang membuat mama percaya bahwa aku ingin tetap di dalam mobil, tiba tiba om Kenandt masuk ke dalam mobil dan memberikanku sepucuk surat “ini apa om?” “kau baca sajalah dan ini hadiah untukmu dari kenandt” aku hanya tersenyum dan om meninggalkanku lagi

To: KEILA
Hi! maaf jika kamu ngerasa akulah penyebab hancurnya persahabatan kita, tapi apakah salah jika aku menganggaapmu sebaga gadis biasa? Mungkin saat kamu baca surat ini kei kita sudah terpisahkan dengan jarak dan waktu, dan kuharap kamu mendapatkan laki laki yang menopangmu saat kamu hampir jatuh, yang memotret semua kebahagiaan kamu, kei kamu perempuan ke dua setelah mamah yang aku sayang. love u keila ananda
KENANDT

Air mata ini jatuh, pertahananku runtuh hatiku sakit saat membacanya, sakit, kecewa, kesal, sayang, takut semuanya begitu terasa. Aku keluar dalam mobil dan berlari kedalam bandara dan menerobos petugas bandara, aku seperti orang yang kehilangan oksigen aku hilang kendali lalu om kei memelukku menenangkanku dan berkata “kenandt sudah pergi kei 5 menit yang lalu” aku terjatuh mama menghampiriku memelukku

Dan saat itu aku sadar, aku egois aku tidak seperti kenandt, aku takut, takut akan hal yang kubuat buat sendiri dan pada akhirnya ketakutan itu yang membuatku kehilangan dan aku sadar…

Cerpen Karangan: Neza Ayu
Blog / Facebook: Neza ayu hilaliyyah
AKU penulis pemula dan hanya ingin membagikan sedikit bagia kisah hidupku

Cover by : Shohibul Kahfi
Publisher : Shohibul Kahfi

Baca juga : Gadis – Tara Dipa

Tulis-ceritamu-shohibul-kahfi
Share
Alexia Milosevic

Alexia Milosevic

Kenal Aku?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke atas