Karir Menjanjikan Web Developer 2019

 

 

Web development adalah proses pengembangan website secara umum. Mulai dari perancangan, pengembangan, pengetesan, sampai dengan rilis. Seorang web developer (seorang programmer di web development) masuk di antara proses ini.

Jadi lingkup kerja seorang web developer sangatlah luas.

Web development tidak berhubungan dengan coding saja, juga berhubungan dengan pengembangan konten, penyusunan desain, pemilihan dan pengelolaan server hosting (web server), client/server side scripting, dan tentu saja konfigurasi keamanan jaringan.

Mempunyai title web developer merupakan dambaan banyak orang.

Lapangan pekerjaan yang luas serta tawaran gaji yang menarik membuat banyak orang ingin menjadi web developer.

Apabila kamu merupakan salah satu orang yang ingin menjadi web developer namun masih bingung untuk memulainya, artikel ini sangat bermanfaat untuk dibaca.

Langkah pertama cara menjadi web developer adalah menentukan tujuannya sehingga lebih jelas membuat keputusan tentang apa saja yang perlu dipelajari.

Pada umumnya web developer dapat dibagi menjadi tiga yaitu frontend web developer, backend web developer dan fullstack web developer.

Front-end web developer

 

Mereka yang mendesain dan membangun antarmuka web. Seorang front-end developer mengurusi desain website secara keseluruhan. Mulai dari menu (development, design, marketing, company), tombol interaksi (menampilkan banner ebook gratis), dan gambar untuk meningkatkan pengalaman user saat membuka website.

seorang front-end setidaknya harus menguasai beberapa bahasa pemrograman, seperti HTML, CSS, dan JavaScript.

1. Hypertext Markup Language (HTML)

Seorang pengembang website menggunakan HTML untuk menyusun dan membuat bagian paragraf, heading, link atau tautan, dan juga blockquote untuk halaman website.

HTML merupakan bahasa pemrograman yang sudah cukup lama digunakan untuk mengembangkan website. Bahasa ini merupakan poin utama yang harus diketahui oleh orang yang ingin terjun di dunia pemrograman.

Anda tidak perlu khawatir karena bahasa pemrograman ini terkenal mudah untuk dipelajari. Saat menggunakan HTML, Anda akan berhubungan dengan struktur kode sederhana seperti tag dan atribut untuk mark up halaman website. Contohnya ketika Anda membuat sebuah paragraf, cukup memasukkan sebuah teks di antara tag pembuka <p> dan penutup </p>.

Jika Anda ingin belajar lebih jauh mengenai HTML bisa mengikuti artikel Belajar HTML Lengkap untuk Pemula

2. Cascading Style Sheets (CSS)

CSS membantu Anda untuk membuat tampilan website yang modern dan menarik.

Fungsi utama dari CSS ini untuk memisah antara konten dengan tampilan visual di website. Anda bisa mengatur tampilan elemen website yang tertulis dalam bahasa mark up, seperti HTML. Nah, melalui CSS Anda bisa mengubah warna, posisi, dan ukuran elemen di dalam website dengan sangat mudah.

CSS pun juga dapat membuat fungsi-fungsi yang cukup kompleks seperti membuat dropdown menu.

3. JavaScript

Anda tentunya ingin membuat website yang sempurna navigasi dan tampilannya, semua itu bisa Anda wujudkan menggunakan JavaScript. Memanfaatkan JavaScript, Anda bisa membuat berbagai fitur dari yang sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Misalnya saja layout, galeri, tombol, carousel, dan lain sebagainya.

JavaScript juga mampu membuat berbagai animasi dua dimensi maupun tiga dimensi, bahkan aplikasi yang berhubungan dengan database jika Anda mau mengembangkannya.

Nah! Kelebihan JavaScript dibandingkan dengan bahasa pemrograman sejenisnya adalah banyaknya framework yang tersedia.

Itulah tiga poin yang setidaknya dipahami untuk menjadi seorang web developer khususnya bagian front-end. Ingin tahu poin lainnya? Silakan baca di artikel 10 Skill Yang Harus Dimiliki Front End Developer yang juga sudah kami bahas sebelumnya.

Back End Developer

 

Jika front-end berurusan dengan tampilan depan, back-end developer berurusan dengan penulisan kode yang tidak terlihat oleh pengunjung. Umumnya back-end developer berurusan dengan berbagai peningkatan dan perbaikan fungsi sistem, API, library, dan lain sebagainya.



Jadi seorang back-end bertugas untuk menghubungkan antara bagian depan dengan server atau fungsi-fungsi yang tidak dapat dilihat oleh pengunjung secara langsung.

Ada beberapa poin yang setidaknya dipelajari jika Anda ingin menjadi seorang back-end developer.

 

1. Structured Query Language (SQL)

Anda tahu database? Nah SQL ini berguna saat Anda ingin mengumpulkan berbagai informasi pengunjung. Saat pengunjung mendaftar atau mengisi form dan melakukan submit, SQL bertugas untuk mengeksekusi sebuah perintah untuk mengambil data tersebut disimpan ke dalam database.

Jadi Anda dapat menyimpan informasi seperti username, password, nama, dokumen, dan lain sebagainya menggunakan SQL.

SQL juga bisa Anda manfaatkan untuk menampilkan informasi yang sebelumnya tersimpan di dalam database. Selain menyimpan dan menampilkan informasi di dalam database, SQL juga dapat menghapus dan menyunting informasi di dalam database.

Tentunya sangat banyak fungsi SQL di dalam berjalannya sebuah website. Ketika Anda membuat form sign up, login, form pendaftaran, pemesanan, dan lain sebagainya, itu semua tidak pernah lepas dari yang namanya SQL.

2. Hypertext Preprocessor (PHP)

Pasti pernah melihat form login atau sign-up kan ya? Nah! Berbagai form tersebut biasanya dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP. Tidak hanya sampai di situ, PHP juga dapat membuat tampilan website Anda menjadi lebih menarik, dinamis (menyesuaikan perangkat pengunjung), dan mempunyai fungsionalitas yang maksimal.

Apa bedanya dengan HTML? Website yang tersebut menggunakan HTML saja hasilnya masih statis (tidak responsif) sehingga tampilannya terkesan biasa saja dan monoton. Sedangkan ketika dikombinasikan dengan PHP, website dapat berjalan lebih maksimal dan tampilannya maupun navigasinya lebih menarik.

Selain itu, proses input dan output dengan database akan lebih mudah dilakukan jika menggunakan PHP daripada HTML.

Full-Stack Developer

 

Seorang full stack developer adalah gabungan dari keduanya, harus mengurusi front-end sampai dengan back-end.

Jadi Full Stack Developer dituntut tidak hanya mempunyai keahlian dalam mengembangkan bagian depan website saja melainkan juga di dalamnya.

Selain itu,

seorang full stack developer setidaknya mempunyai pengetahuan tentang manajemen server, API, websocket, database, pemrograman, dan struktur website.

Penting juga untuk memahami disiplin ilmu lain yang berhubungan dengan tampilan depan seperti user experience (UX) dan user interface (UI). Ingin coba?

Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat untuk di pelajari.

kamu bisa cek di artikel kita ya.

 

Share
Shohibul Kahfi

Shohibul Kahfi

Penulis pemula dengan imajinasi seadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke atas