Last Memory (最後の記憶)

last-memory-(最後の記憶-)

Judul : Last Memory (最後の記憶)
Genre : Fiksi 
Author : Soib
Episode : 1 (Ongoing)
Sinopsis :

Saat sebuah materi menjadi tolak ukur kebahagian dalam kehidupan seseorang, membuat beberapa orang berlomba-lomba dalam menggapai kebehagian itu. Tak jarang, pertumpahan darah yang tak terelakkan demi semua itu. Keputusan sesaat membuat mereka buta akan ad hal yang lebih penting dibandingkan materi, yaitu kebahagian.

Seorang pemuda biasa menyadari akan pentingnya sebuah kebahagian bagi hidupnya, membuat ia terobsesi untuk kembali ke masa lalu, masa ia kecil dimana ada sebuah canda dan tawa yang tak mungkin dapat di ukur dengan materi.

Di tempat berbeda, seorang gadis cantik juga menyadari akan hal yang sama. Namun, hidupnya bisa dibilang bahagia bahagia. Karena dari materi yang dimiliki oleh orang tuanya bisa mengabulkan apa saja yang ia minta, bagaian di surga.

Suatu hari, pemuda itu bermimpi bertemu seorang gadis kecil memanggilnya “Oniichan…” Tiba-tiba ia terbangun.
Mencoba untuk mengingat siapa gadis kecil itu, berkali- kali bahkan. Namun tetap saja tidak bisa, yang ia ingat hanya perkataan itu dan bola mata yang hitam pekat.

Last Memory (最後の記憶-)

Shoji Takahiro setelah pulang sekolah, sehari-hari membantu berjualan buah di toko milik sang ayah. Toko itu sudah di wariskan secara turun temurun di keluarganya.

Seperti biasanya toko itu tak terlalu ramai, kadang hanya ada beberapa pelanggan yang datang sekedar membeli satu kilo buah Kyoho.

Meski hidup berkecukupan keluarga Shoji tetap mensyukuri apa yang telah di berikan Tuhan pada mereka. Ayahnya tak lagi gagah seperti saat ia masih muda, tubuhnya mulai lemah karena penyakit asma yang diderita.

Terkadang Shoji melakukan semuanya sendirian mulai dari membeli beberapa buah dari pasar untuk ia jual kembali di toko depan rumahnya itu. Dengan menggunakan sepeda hadiah ulang tahun dari ayah ia setiap hari selalu bersemangat, untuk mengejar cita-citanya belajar di perguruan tinggi.

Di sekolah Shoji memiliki kepribadian yang ramah, sopan dan pintar. Meski wajahnya biasa-biasa saja namun ia seperti memiliki sebuah kharisma yang mampu membuat orang-orang sekitarnya merasa bahagia.

Sore itu Shoji memutuskan untuk menutup tokonya dua jam lebih awal dari biasanya, karena melihat ayah terus memaksakan diri untuk menemani Shoji menjaga toko.

Padahal, ia sudah menyuruh ayah untuk istirahat di rumah.
Beberapa bulan terakhir penyakit asma ayah Shoji semakin parah.

“Ayah, kita tutup lebih awal, ayah istirahat di rumah.” ucap Shoji sembari memegang tangan sang ayah yang bergetar, dengan wajah yang nampak pucat.

Mungkin karena menahan rasa sakit itu sang ayah tak berkata sedikit pun, hanya mengangguk dan tersenyum. Berjalan kearah dimana Shoji menuntunnya.

Setelah semua pekerjaan rumah selesai, Shoji membaringkan tubuhnya di kamar melepaskan semua rasa lelah.

Menatap langit-langit atap di kamar, ia tersenyum membayangkan bagaimana suasana kelas di perguruan tinggi nantinya.


***

“Mama, apakah kita akan pindah lagi?”

“Mau bagaimana lagi sayang, bos besar di perusahaan tempat mama bekerja memberikan tugas penting ini pada mama.”

Mendengar perkataan mamanya itu membuat Kiyomi seperti enggan menghabiskan sarapan paginya. Sejenak ia termenung, merasa bosan karena harus berpindah-pindah tempat tinggal.

“Ayo! Habiskan sarapanmu, nanti mama antar kesekolah. Sekalian mama urus surat-surat pindahnya.”

Kiyomi hanya diam dan menghabiskan sarapan paginya.

Setelah selesai bersiap-siap, mama pun mengantar Kiyomi kesekolah, dengan mobil mewah miliknya.


Didalam mobil Kiyomi hanya terdiam memandang keluar kaca mobil.

“Mama janji, ini terakhir kalinya kita pindah.” ucap mama.

Setelah beberapa saat kemudian, mereka sampai di tempat Kiyomi bersekolah.
Kiyomi kini duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Memanglah berat baginya untuk menerima kenyataan bahwa harus pindah lagi, meninggalkan teman-teman yang belum lama ia kenal.

“Kiyomi?”

“Iya ma!”

“Kita akan pindah ke Osaka.” Sambil menatap Kiyomi mama tersenyum manis mengatakan itu.

“Benarkah, ma?” Ekspresi bahagia nan riang nampak diraut wajahnya, seakan tak percaya apa yang dikatakan oleh mama.

“Iya betul sayang. Kamu hari ini belajar yang semangat ya, sayang.”

“Aku bahagia tau.”

“Bye mama. Aku masuk dulu.” ucap Kiyomi sambil berlari kecil menuju kelasnya.

Sementara mama menemui kepala sekolah Kiyomi untuk mengurusi berkas-berkas yang diperlukan untuk berpindah tempat pendidikan.

***

Fushimi Inari Taisha sebuah tempat yang indah untuk menyaksikan senja, kilau keemasan matahari diantara gerbang torii merah membuat seperti tempat yang hanya ada dalam dunia fantasy.

Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut hitamnya yang berkilau karena pancaran sinar matahari senja, ia berdiri di antara gerbang torii dengan mendekap kedua tangannya di dada sambil memandang senja yang mulai menghilang.

Diwaktu yang sama Shoji terbangun dari tidurnya, lalu ia membuka tirai jendela kamar dan melihat sekeliling rumahnya yang sudah mulai sepi.

Lalu ia menatap pilu langit keemasan yang meninggalkan kilau mentari senja.

“Duh, hampir saja aku lupa kalau nanti malam ada janji sama teman-teman ku.” ucap Shoji dalam hati sambil melihat jam di handphone nya.

Baca Juga : Amhi


Mbz dkk
Mbz dkk
2020-11-07
Mbz dkk

Hadir


dewa agung wisnu
dewa agung wisnu
2020-11-10
dewa agung wisnu

Artikelnya menarik gann, terima kasih sudah berbagi ya!


Dimas Rakha
Dimas Rakha
2020-11-10
Dimas Rakha

Mantab cerita nya

Name
Comment

Share
  • 1
    Share
Shohibul Kahfi

Shohibul Kahfi

Penulis pemula dengan imajinasi seadanya.

Kembali ke atas