7 Cara Membuat Artikel yang Disukai Google

Membuat artikel memang mudah dan bisa di lakukan oleh siapa saja di mana saja, namun untuk membuat artikel yang disukai google, relevan, dan menarik minat pembaca untuk membaca berkelanjutan adalah hal yang tidak bisa di lakukan oleh mereka yang tanpa tahu ilmu dasar nya terlebih dahulu.

Karena hal yang terpenting dalam meningkatkan rank situs website Anda adalah isi dari konten website tersebut.

Jadi, lupakan lah jurus akal-akalan yang dulu sering Anda gunakan untuk mengakali peringkat website Anda. Karena selain sia-sia, bukan tidak mungkin justru website Anda akan mendapatkan “hukuman” dari Google. Jadi, mulailah memperhatikan apa yang Anda sajikan kepada pengunjung website Anda.

Berikut adalah tips untuk Anda cara membuat artikel yang disukai google.

1. Berikan Solusi yang Relevan pada Konten Anda

“Apa yang banyak dicari orang? SOLUSI yang relevan!” 

Kebanyakan orang mencari informasi di internet karena mereka butuh mendapatkan
solusi dari permasalahan yang mereka hadapi. Manfaatkan hal ini! Tulis artikel-artikel maupun konten-konten relevan.

» Tingkatkan konten sesuai target pasar

Ada banyak cara yang digunakan untuk membuat konten relevan dan di sukai google. Namun hal ini tidak banyak di ketahui oleh para penulis, padahal hal ini sudah terbukti di SERP google.

Yang harus anda lakukan dalam membuat konten yang relevan adalah;

  1. Panjang teks jumlah dalam karakter minimal 8.313 dan jika dalam hitungan kata yaitu 975.
  2. Gunakan kata-kata yang natural
  3. Tambahkan jumlah kata dengan istilah yang sesuai topik
  4. Tambahkan media seperti gambar atau video FAKTA! Jumlah rata-rata tautan di internal dari 10 webste peringkat teratas memiliki 130 tautan
  5. Kembangkan kata kunci dengan menggunakan sinonim maupun kata-kata yang berkaitan. FAKTA!  Menggunakan kata-kata kunci yang saling berkaitan merupakan salah satu tips utama SEO untuk meningkatkan peringkat website Anda

Hal yang harus Anda Hindari  dalam membuat artikel yang relavan adalah;

  1. Memenuhi halaman dengan semua kata kunci berulang-ulang akan menurunkan peringkat website anda
  2. Iklan di konten bisa menurunkan peringkat website anda FAKTA! Tautan iklan termasuk adsense bisa membuat peringkat website Anda turun hingga posisi peringkat 30 lebih.

Hal ini masih menjadi perdebatan khusus di kalangan content creator seberapa besar pengaruh iklan di blog dalam mempengaruhi peringkat di google. Namun hal ini baik Untuk Anda karena Anda akan bisa lebih pokus untuk membuat tulisan yang menarik dan relevan.

Ingatlah! penghasilan dari artikel yang anda tulis bukan hanya semata-mata dari layanan penyedia iklan, contoh nya seperti adsense.

Jika semua artikel yang anda tulis menarik bagi pembaca itu bisa jadi ladang emas. Anda bisa menyediakan tempat iklan sendiri  di blog atau website Anda bagi calon pengiklan.

TIPS! Buatlah konten yang relevan dan menyatu antar elemen

2. Gunakan Alur dan Bahasa yang Natural

Anda mengejar target SEO dengan artikel yang serampangan dan cenderung mengakali algoritma Google? Tidak mungkin!

“Bangun website untuk pengguna internet bukan untuk spider”
Dave Naylor

Saat ini hal itu tidak lagi bisa digunakan karena Google semakin canggih. Google akan tahu mana situs-situs yang memang mengandung informasi yang bagus buat pengunjungnya atau hanya situs-situs yang penuh dengan konten “sampah”.

Untuk itu, perhatikan cara penulisan artikel Anda. Gunakan alur pembahasan yang runtut dan masuk akal dengan bahasa yang natural. Anda akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus: pengunjung website dan Google akan sama-sama menyukainya!.

3. Segmentasi Halaman

 

Hindari penggunaan footer dan sidebar untuk konten yang penting. Jangan coba-coba menggunakan trik untuk mengakali mesin pencari dengan trik CSS atau JavaScript. Tempatkan konten-konten yang penting pada tempat yang paling mudah dilihat pembaca.

Mengapa segmentasi halaman penting? 

Karena dimana Anda akan meletakkan kata-kata pada sebuah halaman adalah sama pentingnya dengan penggunaan kata tersebut. Setiap halaman website memiliki bagian-bagian yang berbeda: header, footer, sidebar, dan lain-lain.

Sudah sejak lama, mesin pencari menentukan bahwa bagian
terpenting dari sebuah website berada di bagian main body. Konten yang diletakkan pada bagian main body (tengah) akan dianggap oleh Google sebagai konten utama (yang penting) sedangkan teks yang ada pada tempat lain adalah pendukung. Jadi pastikan bahwa Anda meletakkan konten utama Anda pada main body.




 

 

 

4. Perhatikan Struktur Konten Anda

Jangan abaikan struktur konten Anda. Atur header, paragraf, daftar, dan tabel dengan stuktur yang baik sehingga mesin pencari bisa mengerti apa sebenarnya target topik Anda.

Sebuah website profesional memiliki struktur yang baik meliputi judul topik, bagian pendahuluan, dan kesimpulan yang dibuat dengan susunan paragraf dan tata letak yang baik.

Selain struktur konten, Anda juga harus memperhatikan struktur website secara keseluruhan dan membuat artikel disukai google seperti yang terdapat pada keterangan di bawah ini:

  1. Kecepatan akses website 0.99 detik dan 98% halaman harus memiliki meta.
  2. Jumlah tautan unternal yang seimbang. FAKTA! Rata-rata jumlah url karakter website peringkat teratas adalah 36 karakter
  3. Maksimalkan kecepatan loading 
  4. Kelola website agar tetap up to date
  5. Optimalkan meta title dan meta diskripsi

selanjutnya Jangan Jangan hanya fokus pada hal teknis website Anda. Backlink dan kecepatan website yang baik akan sia-sia jika konten Anda tidak relevan untuk pengguna. FAKTA! 2.900 Volume pencarian rata-rata yang didapat dari pencarian nama domain.

“Kokohkan sebuah nama / merk. Gunakan nama domainatau URL yang unik dan spesifik untuk website Anda”

5. Riset Kata Kunci

Hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja dalam optimasi SEO adalah riset kata kunci. Meskipun kata kunci saja tidak cukup kuat untuk membangun pondasi konten Anda. Semua hal yang berkaitan dengan SEO dimulai dari riset kata kunci yang baik. Anda harus mengetahui kata yang jadi target, popularitas, dan persaingan pada kata kunci tersebut (Tips: Gunakan Google Keyword Planner)

6. Lakukan Riset Kata Kunci yang Terkait dengan Topik / Tema
Konten

Hindari melakukan riset hanya dengan menggunakan satu kata kunci saja. Lakukan riset kata kunci dengan menggunakan kata-kata yang terkait dengan topik dan tema dari target kata kunci pilihan Anda. Dalam riset tersebut, gunakan juga kata kunci sekunder yang terkait dengan kata kunci pilihan Anda.

Bagaimana cara mengetahui kata kunci sekunder yang bisa Anda pakai?

Perhatikan kata-kata apa saja yang orang-orang gunakan ketika membicarakan tentang topik Anda? Selain kata-kata, frasa dan ungkapan apa saja yang mereka gunakan? Ada baiknya juga Anda menggunakan sinonim dari kata kunci target Anda untuk memperkaya konten Anda.

Dengan lebih dari 6 juta pencarian setiap hari, Google memiliki banyak sekali informasi yang membutuhkan analisa tentang apa yang sebenarnya dicari.

Menurut riset Google, sinonim memiliki efektivitas 70% dalam pencarian. Untuk mengatasi masalah ini, mesin pencari menggunakan sinonim dan variasi kata untuk jutaan frasa untuk memudahkan mesin pencari menemukan situs Anda meskipun pengguna internet menggunakan kata yang berbeda. Sebagai contoh, jika kata kunci Anda adalah baju anak maka Anda bisa menggunakan variasi berikut ini:

• baju anak-anak •baju balita • pakaian anak •pakaian anak-anak•

Contoh perbedaan menggunakan strict keyword (satu kata kunci yang sama) dengan menggunakan kata kunci variasi:

 

Dari sisi SEO, penggunaan variasi dan bahasa yang natural dalam konten lebih baik daripada mengulang-ulang kata kunci yang sama berkali-kali.

7. Jarak Semantik dan Hubungan Antar Istilah

Berbicara tentang optimasi halaman, jarak semantik berkaitan dengan hubungan antara kata-kata dan frasa yang berbeda pada konten.

Perbedaan ini termasuk jarak antar frasa, dan fokus pada bagaimana hubungan antar istilah di antara kalimat dalam paragraf maupun dalam elemen HTML lainnya.

Contoh: Letakkan kata piyama dan baju anak di kalimat yang sama agar mesin pencari bisa mengerti bahwa kedua frasa ini saling terkait.

Jarak Semantik dan Hubungan Antar Istilah

Mesin Pencari (seach engine) bisa menentukan hubungan antar kata dan frasa dengan mengukur hubungan mereka dalam sebuah konten. Semakin dekat hubungan semantiknya, semakin besar kemungkinan kata-kata dan frasa-frasa tersebut saling terkait.

Beberapa mesin pencari mengatasinya dengan mengukur jarak antar kata-kata dan frasa yang berbeda di antara elemen-elemen HTML yang berbeda. Semakin dekat konsepnya secara semantik, maka semakin dekat konsep tersebut terkait.

Frasa-frasa yang diletakkan dalam paragraf yang sama memiliki hubungan semantik yang lebih dekat dibandingkan dengan frasa-frasa yang diletakkan terpisah oleh paragraf-paragraf lain.

Dengan menggunakan schema, hubungan antar istilah bisa dilihat dengan jelas dan bisa diaplikasikan pada halaman apapun yang mengandung teks. Gunakan schema untuk membantu Anda dalam menyusun konten Anda.

Masih banyak yang akan kita kita bahas selanjutnya, namun untuk artikel cara membuat artikel  yang disukai google ini akan saya bahas kelanjutannya di next artikel..

 

Share
Shohibul Kahfi

Shohibul Kahfi

Penulis pemula dengan imajinasi seadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke atas