Memulai Menulis Novel

Memulai Menulis Novel, Apa itu sudut pandang pembaca?
Tahapan pertama yang harus di lakukan oleh seorang penulis yaitu menentukan sudut pandang dari cerita atau novel.
Soib akan membagikan tentang apa itu sudut pandang dalam sebuah novel ataupun cerita.

Eh, kak Soib. Bukannya sudut pandang itu adalah tentang bagaimana penulis membuat pembaca sebagai apa. Misalnya pembaca sebagai tokoh utama, pembaca sebagai orang yang tahu jalannya cerita dan bisa menjadi tokoh siapa saja. Betul gak kak?

Wah, itu memang betul kok. Kasarnya memang begitu, namun dari penjelasan di atas tentunya akan sangat susah di pahami oleh penulis pemula seperti saya.

Jangan lama-lama, langsung soib jelasin aja ya.

Istilah ini biasa di sebut sebagai Point of View (PoV). Teknik penulisan ini pada dasarnya terbagi menjadi tiga jenis, PoV 1, Pov 2, dan PoV 3.
Berikut di bawah ini akan Soib jelaskan dengan detailnya.

Firts Person Point of View

Pada sudut pandang ini, pembaca akan merasakan cerita sebagai “Aku”. Pembaca akan terbatasi dalam hal sudut pandangnya, karena tidak bisa menjelajahi sudut pandang tokoh lainnya. Pendapat di luar tokoh mengenai PoV-nya tergantung dari sudut pandang PoV pertama. Dengan begitu, rasa personal dan mendalam pada salah satu tokoh terasa di hati pembaca.

So… Soib sangat sarankan untuk menggunakan sudut pandang ke 1 (Firts person point of view) di awal mula belajar menulis novel.

Karena kenapa? Ini sangat mudah sekali untuk membantu mengasah kepekaan dalam menulis. Seperti halnya menulis sebuah diary harian, namun yang membedakannya hanya pada diksi dan cara menyampaikannya agar pembaca bisa terbawa suasana tokoh yang di perankan sebagai “Aku”.
Untuk PoV 1 ini akan Soib kupas tuntas di artikel berikutnya. Stay tuned ya. 😀

Second Person Point of View

Menurut Soib, ini adalah sudut pandang yang tidak enak. Loh kenapa? Sebab sang pencerita harus memahami segala tingkah laku “Kamu” bukan tingkah laku pencerita.

Tokoh utamanya adalah “Kamu”. Tetapi yang bercerita adalah orang yang memandang “Kamu”.
Sangat jarang sekali penulis yang menggunakan sudut pandang orang ke dua ini pada novel, cerpen maupun cerita. Namun pada surat, pidato, surat bisnis atau tulisan non fiksi lainnya, sudut pandang ini justru sering dipakai.

Jika belum pernah tahu sudut pandang ini, Soib akan mengilustrasikan sedikit pada paragraf dibawah ini:

Angkatlah tanganmu. Lihatlah ada cinta menggembung dalam bongkahan jemarimu. Cinta yang tumbuh bukan dalam waktu semalam. Cinta yang telah tumbuh di usia tiga tahun pertunanganmu dengannya. Bahagiakah engkau? Puaskah engkau telah menipunya? Engkau mengharapkan tak seorang pun menyentuhnya tetapi engkau adalah penyentuh ratusan wanita yang bersedia demi bayaran dari dompetmu.

Third Person Point of view

Sudut pandang orang ketiga lebih memberikan kuasa kepada penulis untuk bercerita secara adil pada semua tokoh.

Sudut pandang ini tidak memihak salah satu tokoh. Interaksi diantara mereka dan akibatnya murni karena proses diantara mereka bukan karena pendapat tokoh tertentu.

Teman Soib juga baca 7 Tips Gampang Mendesain Cover Novel

Cobalah untuk membuat cerita tentang korban pembunuhan. Ketika menuliskannya pada sisi arwah yang terbunuh tersebut. Kamu mungkin akan merasa diajak untuk membenci si pembunuh. Bahwa si korban pastilah yang benar. Kamu mungkin akan merasa sakitnya dibunuh tanpa tahu kenapa? Kamu mungkin akan merasa betapa dendamnya sang arwah mencari pembunuhnya.

Oke deh. Sampai sini mungkin bisa sedikit di pelajari, selanjutnya Soib akan membahas masing-masing point di atas dengan lebih detail. 😀

Share
Shohibul Kahfi

Shohibul Kahfi

Penulis pemula dengan imajinasi seadanya.

Satu komentar di “Memulai Menulis Novel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke atas