Pengertian Plot Cerita

Bagaimana menilai sebuah cerita itu baik dan menarik? Yups, salah satunya adalah dengan melihat sebuah alur cerita dan plot cerita yang ada pada cerita itu sendiri. Beberapa penerbit menjadikan ini sebagai acuan untuk meminang suatu naskah cerita. Apakah cerita itu layak diterbitkan/dibukukan atau tidak.

Cerita yang baik memiliki plot yang baik. Cerita yang bagus memiliki plot yang bagus. Cerita yang keren juga memiliki plot yang keren.

Eits, sebelum lanjut. Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan plot cerita?

Sohhib jelasin secara detil ya.

Baca Juga : Cara Membuat Opening Cerpen yang Menarik

Pengertian Plot Cerita

Plot adalah hubungan yang mengaitkan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya, sehingga seiring berjalannya cerita akan memiliki hubungan yang akan memicu terjadinya krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks (puncak konflik).

Dengan kata lain, adanya suatu peristiwa dibenturkan dengan peristiwa lain, yang saling bergesekan sehingga memantik konflik. Nah, plot inilah yang sesungguhnya menggerakan cerita dari awal sampai akhir. Memberikan cerita tersebut dengan ketegangan, konflik dan penyelesaian (ending).

Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi para tokoh cerita saling digesekkan, dibenturkan satu sama lain menjadi persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak krisis, lalu dicari pemecahan (penyelesaian)-nya menuju akhir cerita (ending).

Plot digerakkan oleh tokoh cerita, gesekan yang timbul karena pergerakan plot inilah yang melahir ketegangan (suspend) yang menyulut api konflik. Kemudian plot yang mengkondisikan tokoh cerita berusaha untuk mencari jalan keluar dari konflik yang terjadi tersebut untuk menurunkan tensinya sampai pada ending.

Pada umumnya bentuk sederhana dari plot terbagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Awal Cerita atau Beginning

    Bagian awal ini berfungsi sebagai eksposisi yaitu bagian yang memberikan informasi yang diperlukan oleh pembaca agar bisa memahami jalan cerita selanjutnya. Di bagian awal ini biasanya berisi nama tokoh-tokoh, gender, usia, pekerjaan, kondisi sosial, tempat tinggal, dan hal-hal yang menurut penulis penting untuk diketahui oleh pembaca. Pada awal ini biasanya diakhir dengan cerita yang tidak stabil karena cerita yang tidak stabil inilah yang akan memicu kejadian yang akan terjadi berikutnya.

    awal-cerita-atau-beginning

  2. Bagian Tengah Cerita atau Middle

    Pada bagian tengah cerita ini diawali dengan hal-hal yang bisa memicu konflik, karena pada bagian tengah cerita ini berupa rangkaian konflik yang intensitasnya semakin tinggi dan mencapai kepuncak dan disebut dengan klimaks sebuah cerita. bagian inilah yang biasanya paling ditunggu oleh pembaca.

    bagian-tengah-cerita-atau-middle

  3. Akhir Cerita atau Ending

    Bagian akhir cerita ini berisi penyelesaian atas masalah-masalah yang terjadi dibagian tengah cerita. Di dalam plot juga terdapat konflik. Konflik yang terjadi disebabkan adanya motivasi dan tindakan serta unsur sebab akibat.

    akhir-cerita-atau-ending

Share
  • 1
    Share
Shohibul Kahfi

Shohibul Kahfi

Penulis pemula dengan imajinasi seadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke atas