Penulisan Dialog Cerita Yang Benar Lengkap

Artikel kali ini akan membahas cara penulisan dialog cerita yang benar pada cerpen ataupun novel. Ini adalah bagian dasar dari penulisan yang dimana pada dasarnya telah kita pelajari di sekolah dasar. Bagi Sahabat yang sudah sering menulis cerita, dialog atau percakapan tentu sudah tidak lagi asing. Namun, untuk mereka yang masih awam dalam menulis mungkin merasa ada kesulitan. Hal ini sangatlah wajar, jangan berkecil hati. Yang disayangkan apabila tidak ada niat untuk belajar dan memperbaiki kualitas tulisan.

Dialog

Secara umum pengertian dialog adalah sebuah percakapan timbal balik antara dua orang atau lebih, dalam percakapan maupun karya tulis.

Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan dalam menulis dialog:

1. TANDA BACA

a. Tanda petik (“…”)

Contoh salah:

  • “Aku sayang kamu “Aku sayang kamu “
  • “Aku sayang kamu”,
  • “Aku sayang kamu”.
  • “Benarkah aku sayang dia?,”

Ketiga kalimat di atas tidak tepat karena tanda petik (“…”) digunakan untuk mengapit percakapan langsung baik lisan maupun tulisan. Dialog tertulis yang dilakukan melalui pesan singkat/ chat akan dicetak miring di buku. Saat ini, facebook versi desktop via PC sudah dilengkapi fitur italic sehingga dapat dimanfaatkan untuk penulisan huruf miring.




b. Tanda titik (.)

Tanda titik (.) digunakan bila dialog telah selesai. Maka, setelah dialog akan diikuti narasi. (lihat pembahasan narasi)

Contoh.

  • “Aku sayang kamu.” Aku akhirnya mampu menyatakan perasaan setelah sekian lama memendamnya.

c. Tanda koma (,)

Tanda koma digunakan bila dialog diikuti oleh dialog tag.

Contoh:

  • “Aku sayang kamu,” ucapku menyatakan perasaan yang telah sekian lama terpendam.

d. Tanda tanya (?)

Tanda tanya dipakai pada akhir dialog yang berupa kalimat tanya. Dialog yang diakhiri tanda tanya dapat diikuti dialog tag maupun narasi.

Contoh:

  • “Kapan kamu datang?” tanyaku saat melihatnya duduk di ruang tamu. (Diikuti dialog tag.)
  • “Kapan kamu datang?” Aku melihatnya sudah duduk di ruang tamu, padahal tak terdengar orang mengucap salam. (Diikuti narasi.)

Baca juga : Cara Membuat Opening Cerpen yang Menarik

e. Tanda seru (!)

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri dialog yang berisi ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. Tanda seru dapat menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat dari sebuah dialog. Dialog yang diakhiri tanda seru dapat diikuti dialog tag maupun narasi.

Contoh:

  • “Aku benci kamu!” teriakku sambil menangis. (Diikuti dialog tag.)
  • “Aku benci kamu!” Aku menjerit histeris. (Diikuti narasi.)

f. Interrobang (‽ dan ?! atau !? juga ?!? atau !?!)




Interrobang tergolong tanda baca tidak standar. Oleh karenanya, tanda baca ini tidak ditemukan dalam PUEBI. Interrobang diperkenalkan pada tahun 1962 oleh seorang editor Amerika, Martin K. Speckter, dalam artikelnya di majalah TYPEtalks. Bahkan, Martin K. Speckter disebut sebagai penemu interrobang. Namun, beberapa sumber mengatakan bahwa interrobang sudah dipakai di Amerika selama ratusan tahun. Meskipun demikian, tanda baca ini tidak digunakan dalam tulisan formal.

Interrobang merupakan gabungan dari interrogative atau tanya dan bang yang artinya seruan. Maka, interrobang sering digunakan untuk mengakhiri sebuah dialog yang berupa pertanyaan retoris atau pertanyaan simultan dan seru.

Contoh:

  • “Apa?! Uangnya hilang! Kamu gak bohong, ‘kan?!” pekikku tak percaya, mendengar pengakuannya. (Dialog diikuti dialog tag.)
  • “Apa?! Uangnya hilang! Kamu gak bohong, ‘kan?!” Sungguh, sulit untukku mempercayai pengakuannya. (Dialog diikuti narasi.)

Jadi, selain interrobang, jangan gunakan tanda baca double, hindari !! atau ??.

2. DIALOG TAG

Dialog tag merupakan frasa yang melengkapi sebuah dialog. Dialog tag berfungsi untuk memberikan identitas si penutur. Jadi, pembaca akan mengetahui siapa tokoh yang sedang berbicara.

Ragam dialog tag bermacam-macam.

  • Netral: kata, ucap, ujar, cetus, tutur, ungkap, tandas, tanya, sapa, panggil, pungkas, tegas, ajak, pinta.
  • Netral sebagai respons: balas, jawab, sahut, terang, jelas, sela, tukas, dan potong.
  • Memuat nada emosi: caci, cerca, sindir, ejek, hina, cela, kelakar, dan canda.
  • Nada emosi tinggi: jerit, teriak, seru, raung, dan sergah.
  • Nada emosi rendah: lirih, bisik, dan gumam.

Yuk, dicoba menggunakan dialog tag untuk memperbaiki kesalahan pada contoh 1.a di atas.

  • “Aku sayang kamu,” ucapku malu-malu mengakui perasaan terdalam.
  • “Aku sayang kamu!” teriakku tatkala tiba di puncak Himalaya.
  • “Benarkah aku sayang dia?” gumamku bertanya pada diri sendiri, ragu.

Tanda baca akan mengikuti dialog tag dan emosi yang ingin disampaikan. Dialog tag ditulis dengan huruf kecil kenapa? Karena dialog tag adalah frasa yang menjadi pelengkap dialog.

3. NARASI PENDUKUNG DIALOG

Sebuah dialog dapat juga diawali atau diikuti narasi pendukung. Artinya, narasi dapat ditulis sebelum dialog atau sesudahnya.

a. Narasi pendukung setelah dialog.

Dialog diikuti oleh narasi. Maka, huruf awal ditulis kapital.

  • “Aku sayang kamu.” Ucapan itu akhirnya meluncur juga dari bibirku.
  • “Aku sayang kamu!” Teriakanku membahana di puncak Himalaya.
  • “Apakah kamu masih menjalin hubungan dengan dia?” Pertanyaan ini tak mampu kutahan lagi.

Masih bingung membedakan narasi dan dialog tag?

Secara gampang, bisa dilihat kalau dialog tag adalah kata kerja, sedangkan narasi berbentuk kalimat. Coba diingat kembali syarat sebuah kalimat, minimal terdiri dari satu subjek dan satu predikat atau pola SP.

b. Narasi pendukung di awal:

Disaksikan bintang-bintang, kuraih jemarinya, “Aku sayang kamu.” (salah)
Disaksikan bintang-bintang, kuraih jemarinya. “Aku sayang kamu.” (benar)

  • Narasi pendukungnya tanpa dialog tag. Maka, narasi ditutup dengan tanda titik.

Disaksikan bintang-bintang, kuraih jemarinya sembari berkata, “Aku sayang kamu.” (benar)

  • Narasi pendukungnya berupa dialog tag.

Disaksikan bintang-bintang, ingin kukatakan sejujurnya bahwa aku sayang dia.

  • Bukan dialog sehingga ditulis tanpa tanda petik.

4. DIALOG TAK SELESAI

Saat menulis, ada kalanya dialog tidak diselesaikan oleh si penutur. Penyebabnya bisa berasal dari diri si pembicara atau orang lain. Tata cara penulisannya tidak diatur secara tegas dalam PUEBI, tetapi beberapa penerbit menggunakan teknik selikung.

a. Dialog tak diselesaikan oleh si pembicara

Dialog tak diselesaikan oleh si pembicara karena berbagai hal. Di antaranya untuk menyembunyikan sesuatu atau menggantung ucapan.

Contoh:

  • “Ya … aku memang sayang dia.”
  • “Aku sayang …,” ujarku malu-malu. Aku tak sanggup menyebutkan nama gadis itu.
  • “Aku sayang dia yang ….” Seharusnya, kusebutkan saja ciri-cirinya. Ah, tapi sudahlah ….

Ketiga contoh di atas menggunakan elipsis atau tanda titik tiga (…). Kaidah penggunaan elipsis diterapkan yaitu diawali dan diakhiri spasi. Untuk dialog yang diikuti dialog tag, elipsis diakhiri tanda koma. Adapun tanda baca titik dipakai apabila dilanjutkan narasi.

b. Dialog terputus oleh orang lain

Penutur dapat menghentikan kalimat karena terpotong oleh orang lain. Maka, tanda pisah atau en dash (–) digunakan. Tanda pisah ini juga dipakai untuk dialog yang kata-katanya diucapkan patah-patah.

Contoh:

“Aku sayang di–”

“Siapa?” cecar gadis itu memotong ucapanku.

“A-a-aku,” ucapku terbata, grogi untuk menyatakan isi hati.

5. DIALOG DALAM DIALOG

Dialog dalam dialog sering digunakan untuk menyampaikan informasi yang tidak berasal dari si pembicara. Artinya, dalam sebuah dialog, terdapat kutipan dari perkataan orang lain.

Contoh:

  • “Dia telepon trus tanya, ‘Kapan Mas pulang?’ Karena bingung, aku jawab, ‘Mas berangkat lusa dari sini.’ Maaf Mas, aku sudah membocorkan rencanamu.”
  • “Aku udah ajukan cuti ke bagian personalia, tapi katanya, ‘Jumlah pasien corona meningkat. Tenaga medis tidak boleh meninggalkan tempat.’ Maaf, aku gak jadi pergi.”

Kenapa menggunakan tanda petik tunggal? Karena tanda petik tunggal (‘…’) dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain.




6. DIALOG TERJEDA

Sebuah dialog dapat terjeda, baik oleh dialog tag maupun aksi si pembicara.

Contoh:

“Aku berharap,” bisikku lembut, “kamu gak marah dan kita bisa saling memahami.”

  • Kalimat terjeda oleh dialog tag.
  • Kalimat utuhnya: “Aku berharap, kamu gak marah dan kita bisa saling memahami,” bisikku lembut.

“Kita bisa hadapi kesulitan hidup pakai rumus mekanika”–Kulanjutkan membaca hukum gerak dalam pelajaran fisika–“tekanan berbanding lurus dengan gaya.”

  • Kalimat terjeda oleh aktivitas si pembicara.
  • Kalimat utuhnya: “Oh ternyata, aku bisa hadapi kesulitan hidup pakai rumus mekanika, tekanan berbanding lurus dengan gaya.” Kulanjutkan membaca hukum gerak dalam pelajaran fisika.

Baca juga : Pengertian Sinopsis Novel

7. DIALOG TERLALU PANJANG

Seorang penulis dapat membuat dialog yang pajang. Apabila, percakapan melebihi satu alenia maka dialog dilanjutkan pada paragraf berikutnya. Caranya, tanda kutip disematkan pada awal alenia pertama tanpa menutupnya. Paragraf kedua dibubuhi tanda kutip lengkap baik di depan maupun di belakang.

Salah satu kisah Sherlock Holmes dapat diambil sebagai contoh:

“Biarlah saya yang menjelaskan,” kata Holmes, “untuk menunjukkan bahwa saya mengerti benar urutan peristiwanya. Profesor Watsburry, Watson, terkenal di seluruh Eropa. Hidupnya dibaktikannya untuk pendidikan. Dia tak pernah terlibat skandal apa pun. Dia duda dengan dua anak bernama Edith. Setahuku dia pria jantan dan tegas, bisa dikatakan selalu siap siaga. Begitulah keadaannya sampai beberapa bulan terakhir ini.

“Lalu gaya hidupnya berubah. Dia sudah berusia enam puluh satu, tapi dia bertunangan dengan gadis muda, putri Professor Murphy, koleganya. Tidak seperti orang-orang seumurnya, dia benar-benar dipenuhi gelora asmara dan tergila-gila pada gadis itu. Tunangannya, Alice Morphy, memang gadis yang sempurna, baik fisik maupun mental, sehingga bisa dimengerti jika profesor terpikat padanya. Tapi keluarga profesor tak begitu menyetujui pertunangan ini.”

Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber analisis dan pemahaman pribadi. Jika ada yang lebih mengerti, di kolom komentar kita bisa diskusi.

Dipa
Dipa
2020-11-10
Dipa

Ternyata selama ini penulisan dialog saya hampir semuanya salah, kirain semuanya harus pake tanda titik. Nice banget gan, jadi tau penulisan dialog saya yang selama ini ternyata keliruu

Dian
Dian
2020-11-10
Dian

thanks infonya ini yang sering dilupain saat menulis, penulisan tanda baca yang benar

Name
Comment




Share
Shohibul Kahfi

Shohibul Kahfi

Penulis pemula dengan imajinasi seadanya.

Kembali ke atas