POV 2 Sudut Pandang Orang Kedua

Sudut Pandang Orang Kedua (Second Person Point Of View)/POV 2

Sudut pandang orang kedua ini menggunakan kata ganti kamu, kau, milikmu, milik kamu. Bagaimana jika menggunakan kata ganti “aku”? Oke, Soib coba meluruskan sedikit ya. Dalam penggunaan POV 2 kita harus menghindari kata ganti “aku”,”saya”, dalam sebuah paragraf atau kalimat. Jatuhnya sama aja menggunakan POV 1, karena dalam penggunaan sudut pandang orang kedua si pencerita tidak boleh terlibat dalam cerita itu sendiri.

POV 2 ini merupakan sudut pandang yang tidak enak. Kenapa kak kok tidak enak? emang dimakan? Oh, tentu tidak wahai kisanak (tertawa kecil). Jadi dalam POV 2, si pencerita itu harus memahami segala tingkah laku “kamu” bukan tingkah laku si pencerita. Tokoh utamanya itu “kamu” dan yang bercerita adalah orang yang memandang “kamu”. Sejauh ini Soib jarang sekali menemukan penulis menggunakan sudut pandang orang kedua untuk novel ataupun cerpen yang ditulisnya.

Temen Soib juga baca POV 1, Sudut Pandang Orang Pertama

Biasanya POV 2 ini sering digunakan pada penulisan surat, pidato, surat bisnis, atau tulisan non fiksi lainnya.

Ciri Sudut Pandang Orang Kedua

  1. Menggunakan “kamu” atau “kau”.
  2. Jarang digunakan.
  3. Mirip PoV ketiga, orang kedua diizinkan untuk tahu segala hal, kecuali pikiran si “kau”/“kamu”.
  4. Bisa jadi melibatkan pembaca seakan-akan merekalah tokoh utamanya, atau menceritakan “kau” yang menjadi tokoh utama.
  5. PoV orang kedua ini berpotensi bikin pembaca memprotes: “enggak kok, gue nggak gitu.” 
  6. Biasanya digunakan di buku-buku nonfiksi

Contoh Sudut Pandang Orang Kedua

Kau terduduk lesu di sudut kamarmu. Kau menangis. Kau tahu hatimu tidak menginginkan hal ini, tapi kau tetap harus menjalaninya. Menjalani hari-hari yang menurutmu seperti neraka. Padahal kau yakin kau tidak bersalah. Kau terlalu lemah bahkan untuk mengatakan tidak kaupun tidak bisa.

Seperti yang sudah Soib jelaskan pada ciri sudut pandang kedua pada poin lima.

Temen Soib membagikan Rindu, Kamu, dan Sepi – Alexia Milosevic

Kamu menyesap kopi yang sekitar lima belas menit lalu dihidangkan pelayan, setelah sebelumnya menghidu wangi kopi yang tak lagi hangat itu dengan khidmat. Kamu mengernyit, lalu mendecak-decakkan lidah. “Pahit.” katamu. Mungkin sama pahitnya dengan masalah-masalah yang bertubi menghantammu belakangan ini.

Seperti itulah sedikit pemahaman tentang sudut pandang orang kedua atau di sebut juga POV 2.

Name
Comment
Share
Shohibul Kahfi

Shohibul Kahfi

Penulis pemula dengan imajinasi seadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke atas